Cara menaikkan omzet penjualan disaat bisnis sepi
Gambar oleh berdesa.com
Artikel oleh : Eva Fauziah Orlin
Omzet naik turun itu adalah hal yang biasa dan lumrah terjadi di semua jenis bisnis apapun termasuk home decor Orlin Indonesia.
Hanya saja bagaimana menyiasati pada saat omzet mengalami penurunan tidak drastis atau mengalami peningkatan yang tidak terlalu tajam karena ini menandakan ada indikasi yang kurang stabil di bisnis, karena idealnya bisnis yang bagus adalah bisnis yang naik turunnya stabil. Syukur-syukur omzetnya selalu naik secara bertahap sampai di titik tertentu dan itulah yang diharapkan oleh semua pengusaha.
PR seorang pebisnis adalah bagaimana bisa meramalkan kapan saat terjadinya penurunan atau peningkatan yaitu dengan memiliki data penjualan tahunan atau kalender tahunan. Disana kita bisa melihat antara bulan kapan mengalami kenaikan dan bulan kapan menangani penurunan.
Informasi ini sangat penting untuk kita mempersiapkan jika akan terjadi penurunan maka kita bisa melakukan antisipasi kebijakan atau program apa yang bisa diterapkan supaya penurunan itu tidak terlalu tajam dan tetap mendapatkan nett profit yang kita inginkan sehingga bisnis tetap terkendali dan stabil secara omzet maupun profit.
1. Mengadakan diskon
Ada periode dimana omzet itu naik dan kadang turun. Contoh, pada saat akhir tahun biasanya orderan karpet atau sofabed meningkat karena orang berlomba-lomba mengganti aksesori interior baru untuk rumahnya atau sekedar menambah kasur karena mendapat tunjangan akhir tahun atau bonus dari tempat kerjanya.
Momen ini bisa kita manfaatkan untuk melakukan penetrasi/pemaksimalan supaya omzet yang diperoleh bisa maksimal, dengan mengadakan promo atau bonus.
Dan jika terjadi penurunan kita bisa mengadakan diskon, karena hal ini sudah lumrah dimana orang akan memakai indikator diskon, bagi pebisnis kreatif kita harus memikirkan diskon yang 'unik' contoh :
Diskon 10% bagi pelanggan Orlin Indonesia untuk pembelian produk...
Diskon ini untuk penetrasi penjualan yang ditujukan kepada pelanggan tetap atau yang sudah pernah belanja sehingga ada kemungkinan besar mereka akan melakukan konversi pembelian dengan adanya momentum diskon
"Voucher gratis kaod kaki awra bagi pelanggan baru yang mendaftar arisan Orlin periode...."
Iklan diatas ditujukan pada customer baru yang akan menambah prospek, database dan perluasan pelanggan kita.
Yang paling penting adalah kita harus paham promo apa yang menarik bagi konsumen kita, karena promo yang tidak menarik bagi mereka biasanya tidak akan membuahkan hasil yang optimal.
Tapi jangan hawatir, segala jenis program perlu dicoba sebagai sarana kita mengenal, mengetahui interes/ketertarikan dari pelanggan kita sendiri dan sebagai latihan bagi kita sendiri, justru keberhasilan kecil itu yang akan mengajarkan kita bagaimana 'mengenal' customer dengan baik.
Kebiasaan mencoba, praktek adalah aktifitas yang akan menjadikan kemampuan bisnis kita semakin meningkat dan pada akhirnya bisnis kita yang juga ikut meningkat.
2. Kadang promo menarik bagi kita, belum tentu menarik bagi konsumen
Pandai melihat dari sudut pandang konsumen dalam mengadakan promo atau diskon adalah kemampuan yang semestinya dimiliki seorang pebisnis, mengerti apa maunya konsumen bukan hanya sekedar meraba-raba apalagi mengira-ngira.
Jika kita kebingungan atau kesulitan me-'represetasi'-kan apa maunya konsumen, lakukan saja riset atau kuesioner singkat seperti memberi konsumen kita pertanyaan seputar kesukaan mereka.
Agar mereka mau mengisi kuesionernya, berikan benefit yang tidak bisa mereka tolak, contoh :
"Semua konsumen yang mengisi kuesioner akan mendapat voucher diskon sebesar... Untuk pembelian... Dan berlaku seumur hidup"
Siapa yang tidak tertarik? Heh π
Seumur hidup loh..
Tapi ingat, jangan kebablasan memberikan voucher, pastikan kita tidak merugi ya dan hitung dulu sebelum mengadakan promo sehingga kita bisa tahu berapa nett profit yang kita peroleh dari 1 set produk promo.
Pertanyaan kuesioner yang diberikan pun jangan terlalu banyak atau terlalu rumit, buat ringkas dan senyaman mungkin untuk customer menjawabnya. Contoh :
1. Anda lebih suka diskon, voucer, atau bonus?
2. Jika Anda diberikan pilihan, lebih suka produk apa diantara Karpet, Sofabed, Kimul, Matras?
3. Apa produk impian Anda di orlin?
4. Apakah Anda akan merekomendasikan produk Orlin ke teman, saudara atau kerabat?
5. Apa alasan terkuat Anda memilih produk orlin?
Dll.
3. Miliki Data Penjualan dan Data Pelanggan
Informasi ini sangat berguna karena akan berkaitan juga dengan promo yang akan kita susun.
Data penjualan, informasi konsumen dan grafik bisnis kita sendiri, kita harus tau karena akan memperlihatkan seperti apa progres kenaikan dan penurunan serta kapan terjadinya karena dari data tersebutlah terdapat 'ringkasan' peristiwa harian/bulanan yang bisa kita simak serta simpulkan dengan analisa sehingga menghasilkan pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk melakukan promo-promo dan menerapkan/merumuskan ide-ide promo bisnis yang menarik sehingga pada akhirnya meningkatkan omzet serta penjualan dan tentu saja menaikkan nett profit kita sendiri.
Misal :
Dengan adanya data penjualan tahunan kita bisa membaca kesimpulan seperti ini : "bisnis kita akan berkembang jika kita melakukan strategi A, terlihat dari hasil data tahunan jika di bulan ini penjualan meningkat dengan strategi A, maka kita perlu melakukan strategi A pada bulan ini setiap tahunnya"
Atau..
"Pada bulan B ternyata produk kasur kita mengalami penurunan penjualan, dan ini faktornya karena bulan tersebut adalah bulan ramadhan dimana sebagian besar target market kita fokus pada kuliner dan fashion termasuk sajadah, sehingga untuk antisipasi penurunan omzet ditahun berikutnya supaya tidak terlalu signifikan kita perlu mengadakan program yang dapat menekan angka penurunan omzet yaitu mengganti indikator penjualan kasur kepada sajadah busa (Sabubu Orlin), jadi kita perlu mengadakan promo untuk menaikkan penjualan sajadah sehingga omzer bisnis tetap stabil dan tetap bisa mendapatkan nett income yang sesuai. Namun jika penetrasi kedua produk (sajadah dan kasur) bisa dilakukan sekaligus, kita juga perlu mencobanya"
Nah, dengan hasil analisa data ini maka kita bisa melakukan rumusan solusinya, misal solusinya :
1. Kita bisa mixed produk antara sajadah dengan mukena
2. Kita bisa mengeluarkan promo setiap pembelian sajadah mendapat voucher diskon arisan karpet koko-cici
3. Kita bisa mengadakan paket new fitri, sajadah set kasur
4. Program donasi, setiap pembelian kasur baik cash dan arisan selama ramadhan termasuk sedekah
5. Dll.
Pentingnya sebuah data adalah untuk membekali kita wawasan tentang bisnis kita sendiri dan jika terbiasa melakukan mapping seperti ini, akan secara langsung mendidik kita bagaimana mengambil keputusan dan kebijakan berdasarkan data dan analisa sehingga akan secara otomatis ter-aplikasi-kan dalam kehidupan kita lainnya seperti bagaimana cara mendidik anak berdasarkan progres pertumbuhan mereka, bagaimana merencanakan masa depan dan keuangan serta bagaimana cara merumuskan solusi.
Bisnis tidak hanya mengajari kita bagaimana cara "mendapatkan uang" tetapi juga mendevelop karakter sehingga kualitas hidup kita meningkat baik dari sisi finansial juga pendidikan ππ
Paham ya kenapa bisnis itu bukan hanya sekedar cari materi, tapi lebih luas dari itu manfaatnya.
4. Mengadakan promo tanggal cantik setiap bulan
Promo ini sering dilakukan oleh market place berwarna orange, udah tau ya maksudnya Market Place yang mana hehe..
Contoh :
Promo April bulan 4 tanggal 4
Promo 4.4
Promo Mei bulan ke 5 tanggal 5
Promo 5.5
Promo Juni bulan ke 6 tanggal 6
Promo 6.6
Pokoknya bulan dan tanggal cantik, jadi kita bisa mengadakan promo rutin setiap bulannya untuk meningkatkan performa omzet kita setiap bulan.
Ingat ya KREATIF promo ini tidak harus selalu bergantung pada pusat atau leader, misal kita ber status sebagai member atau reseller, jika leader atau supplier nya kurang kreatif, kita bisa mengadakan promo itu sendiri.
Pada saat saya merintis bisnis dimulai dari reseller, saya tidak mengandalkan supplier untuk menggagas promo sendiri karena saya punya kebijakan sendiri di bisnis yang saya kelola.
Nama bisnis saja adalah VarisQia Shop sebelum berubah menjadi Orlin Tim Varisqia dan Pusat Arisan Home Decor, jadi saya punya kebijakan sendiri di bisnis saya baik soal harga, promo dan rules yang saya terapkan.
Cara seperti ini bisa dilakukan oleh siapa saja, maka dari itu berikan bisnis Anda nama. Contoh : Orlin Tim Banten, Orlin Tim Kania, Arisan Orlin tim Bogor, Pusat Home Decor tim Dinda, dll. Berikan bisnis kita identitas sehingga kita bisa lebih percaya diri mengelola bisnis sendiri, lebih leluasa menentukan kebijakan dan kita lah owner dari bisnis kita sendiri.
5. Memiliki Plan Bisnis Sendiri
Kebanyakan orang cenderung tidak suka diatur apalagi di target, hihihi...
Jadi, kalau tidak mau diatur dan ditarget orang lain, milikilah kesadaran untuk mengatur diri sendiri dan memiliki target untuk diri sendiri.
Saya terbiasa melakukan itu untuk diri saya sendiri, memiliki plan yang saya atur sendiri serta target yang saya tetapkan sendiri.
Ingat ya target itu jangan terlalu rendah karena itu artinya mengecilkan diri sendiri, atau jangan terlalu tinggi karena itu akan membuat kita kesulitan sendiri.
Buatlah target yang possible untuk kita capai, terrencana, bertahap, berkesinambungan dan terus menerus jangan hanya dilakukan sebentar apalagi coba-coba.
Target yang masuk akal,
Target yang lebih besar dari pencapaian kita yang sebelumnya
Target yang terukur,
Target yang bisa kita raih,
Target yang punya alasan kuat kenapa harus kita capai
Sehingga setiap kali kita bisa melampaui target itu, maka kepercayaan diri kita akan terus meningkat. Bahwa kita bisa mencapai apapun yang kita rencanakan. Tentu saja jika rencana yang kita buat sendiri kita jalankan bukan hanya ditulis lalu dilupakan hihihi.. Itu namanya latihan menulis bukan latihan action π€
Misal :
Target 10 tahun harus punya rumah dan mobil dari hasil bisnis Orlin
Target 5 tahun harus umroh
Target 3 tahun harus bisa cetak omzet 500jt
Target 2 tahun harus bisa cetak omzet 300jt
Target 1 tahun harus bisa cetak omzet 200jt
Maka dalam 1 tahun seperti ini ilustrasinya :
Bulan ke 1 omzet harus 20jt
Bulan ke 3 naik ke 50jt
Bulan ke 5 naik ke 70jt
Bulan ke 7 naik ke 100jt
Bulan ke 9 harus ke 150jt
Bulan ke 12 harus ke 200jt
Karena penetrasi omzet yg sudah bisa menyentuh angka 20jt bisa di push ke angka 50jt, yang sudah capai 100jt bisa dipush ke 150jt dan seterusnya. Tinggal dari kesiapan ekskusinya, mau atau tidak melakukan langkah dan melalui tahapan-tahapannya.
Misal merujuk ke contoh diatas, dari omzet 20 juta ke 50 juta ada jeda 2 bulan berarti harus mengalami peningkatan 15jt perbulan selama 2 bulan berturut-turut untuk capai 50jt dibulan ke- 5.
Maka apa yang harus dilakukan supaya omzet meningkat hingga 15jt?
Kalau harga set kasur 1jt berarti berapa penjualan yang harus di cetak? Oke 15 set x 1jt = 15jt
Kalau arisan berarti berapa grup?
15 grup supaya omzet aman selama 10 bulan kedepan.
Pertanyaannya bagaimana membentuk 15 grup? Jadi, kalau targetnya bulan november omzet kita harus diangka 50jt maka 3 bulan sebelumnya harus sudah dilaksanakan planningnya.
1 bulan pertama creat 5 grup
1 bulan berikutnya bentuk lagi 5 grup total 10 grup
1 bulan berikutnya bentuk lagi 5 grup total ada 15 grup
Maka 15 grup ini bisa langsung di push ke 30 grup dengan mengadakan promo, siapa yang membawa peserta arisan baru min. 1 maka akan dapat hadiah....
Jadi, semakin banyak grup, semakin banyak database, semakin banyak peserta, semakin tinggi peluang kita untuk terus meningkatkan omzet dengan memaksimalkan member arisan yang sudah tergabung.
Jadi semakin POSSIBLE omzet 50 juta di push ke angka 100jt iya kan?
Karena itu saya selalu bilang, bisnis itu butuh jam terbang, butuk praktek, butuh action supaya bisa melihat secara langsung fenomena yang kita rasakan bukan hanya baca materi terus "oh oya gini, paham sih, oke udah tau caranya..." besoknya "Udah tau kok caranya, kayak gini kayak gitu" besoknya "Tau saya juga caranya kaya gitu.." besoknya lagi "Pokoknya udah paham saya juga gampang praktek mah..." 1 tahun kemudian "Kok gini gini aja ya bisnis saya.. Padahal udah tau caranya :("
Mon map saya ngakak dulu π€£
Karena begitulah saya dulu hahhaha..
Tau sih caranya tau tapi diem aja ga praktek, hasilnya zonk ππ
π€£
Terus bagian terlucunya nyalahin leader hahahaa.. Yang salah siapa yang jadi kambing hitam siapa dududdudu.. π€
Nah jangan mengulangi kebodohan saya, taubat ya sekarang juga, ikuti prakteknya karena saya juga sekarang lebih fokus ke action daripada cuma "oh ya udah tau oh ya udah ngerti" ππ€£
Jadi hasilnya akan berbeda antara yg parktek dengan yang cuma "oh ya saya ngerti.." π
See you at the TOP
VARISQIA
Walk Together, Grow Forever
Komentar
Posting Komentar