DUH, SUSAH JUALNYA

Masih dilema sama yang bilang harga mahal?
Susah jualnya? 

Apa kabar Tas Louis Vuitton harga ratusan juta πŸ˜‚

Ga ada produk yang susah dijual, produsen tidak akan membuat produk kalau itu tidak bisa dijual. 

Yang jadi pertanyaan kepada siapa Bunda menjualnya? Kalau Bunda menjual sofabed Orlin ke anak TK, ya ndak laku πŸ˜‚

Jual sofabed ke orang yang buat makan aja susah ya salah sasaran, yang seperti ini mestinya dikasih gratis. 

Lalu kemana kita jualnya? 
Wanita usia 24-45 tahun
Mamah muda atau ibu-ibu pengajian, kelompok arisan, guru, bapak-bapak yang mau belikan buat istrinya, anak yang mau punya kasur motif kartun minta di belikan ke ibunya, emba-emba yang mau menikah dan butuh seserahan kasur, daaann massiih banyak lagi.

Tidak ada harga mahal, tapi yang ada adalah harga yang pantas. 

Tidak ada produk yang tidak laku, yang ada adalah market yang sesuai target produk. 

Semua produk bukan tentang susah jualnya, apalagi ga ada pembelinya (buat apa to di produksi kalau ndak ada yang beli πŸ˜‚) tapi tentang BAGAIMANA KITA MENJELASKAN BENEFIT/MANFAAT PRODUKNYA KEPADA ORANG YANG TEPAT DI WAKTU YANG TEPAT

Maksudnya gimana? 
Orang yang tepat adalah target market sesungguhnya
Waktu yang tepat adalah saat si calon target sudah paham apa kelebihan dan manfaat produknya baru dia akan membelinya. 

Tak kenal maka tak sayang
Tak kenal produk maka tak beli

Jadi jualan bukan soal seberapa banyak closing tapi seberapa pintar kita mengedukasi calon pembeli sampai kata deal mereka memutuskan membeli.

Kalau kita sudah ahli dalam 'mendeliver' (menyampaikan) kelebihan produk maka tingkat closing akan menjadi tinggi.

Bagaimana merubah mindset konsumen yang merasa 'tidak perlu membeli' menjadi 'SANGAT WAJIB MEMBELI' 

Gali kebutuhannya, gali keinginannya lalu berikan solusinya. 

Contoh :
"Bunda pasti mau kan rumahnya bisa rapi dan lebih luas, maka sofabed orlin lah solusinya. Hemat bisa dilipat jadi sofa dan kasur. Multifungsi"

"Berapa banyak emak-emak ngeluh rumah jadi sempit karena perabot, nah ini waktunya beralih ke sofabed Orlin yang irit tempat dan mudah dipindah" 

"Seberapa cantik ruangan kamar ditentukan oleh seberapa indah kasurnya"


Gali kebutuhan konsumen, 
Apakah mereka menyukai interior yang rapi, berwarna cerah, berwarna monokrom atau suka dengan benda-benda simple yang mengisi ruang rumahnya. 

Semua orang pasti suka dikenali "APA MAUNYA"

Bukan hanya ditawari "arisan sofabed Bund, harganya segini perbulan yuk ikutan jangan sampe ketinggalan" 

MasyaAllaaah jualan kok blak-blakan banget πŸ˜‚
Boleh boleh aja sih kalau target "sudah pasti closing"

Tapi juga di kenalkan kepada produknya, kita berusaha memenuhi hasrat keinginan konsumen, memahaminya, mendekatkan emosi kita dengan emosi konsumen sehingga terjadilah penjualan yang menyenangkan 😍

Orang yang membeli karena suka dengan penjualnya bisa membeli dua hingga tiga kali dan seterusnya, bahkan bisa dikonversi menjadi reseller kita. 

Jadi, ga ada kata 'susah jualnya' tapi yang ada 'niat ga jualnya' 

Perhatikan target marketnya
Perhatikan trik menjualnya
Sofabed susah dijual? YAKIN? 
Belanja 185.000/bulan masa ga bisa? Arisan loh πŸ˜‚
Jajan 10.000 sehari aja bisa kok πŸ˜‰

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENAL ORLIN INDONESIA

KARPET MONOKROM