Langsung ke konten utama

JENIS-JENIS COPYWRITING

1. Copywriting Sederhana
Copywriting sederhana dari fakta asli produk, kelebihan dan manfaatnya. 

Contoh: "Sofabed orlin memiliki kekuatan busa 20 tahun dan merk busa paling mahal, manfaatnya juga baik untuk kesehatan tulang" 

 

2. Story Telling

  1. Pembukaan: Memperkenalkan rasa sakit/kerugian bisa juga kesenangan. Contoh : "Banyak emak2 ngeluh kasurnya ga nyaman sebab busanya ngembung ditengah" atau "Sudah banyak yang merasakan manfaat sofabed orlin" 
  2. Konflik: perjalanan atau cara mengatasinya, contoh : "akhirnya setelah tahu sofabed orlin banyak yg rame2 ikut arisan" atau "alhamdulillah mereka awalnya hanya mencoba sampai membuktikannya sendiri" 
  3. Dialog: contoh "kata salah satu emak2 arisan orlin bilang produk orlin memang ga pasaran dan kualitas terjamin selain pelayanan juga maksimal" (kata2 bisa diambil dr testimoni) 
  4. Solusi: Akhirnya, produk kita diperkenalkan sebagai solusi terhadap masalah yang dialami. Kemudian kredibilitas produk ditingkatkan dengan menampilkan testimoni yang sudah merasakan manfaatnya. Contoh "karena adanya orlin menjadi solusi dari masalah emak2" atau "sofabed orlin akhirnya menjadi pilihan terbaik emak2 yang terpercaya" 

Kisahnya tidak harus dramatis, hanya harus menarik bagi target pemirsa. 

3. Copywriting Percakapan
Dalam gaya copywriting semacam ini, kita menulis seolah-olah ada percakapan antara dua orang: copywriter dan prospek.

Gaya percakapan ini tak ubahnya seperti seorang salesman yang duduk untuk makan siang bersama seorang pelanggan dan berbicara melalui presentasi. Ini adalah pendekatan langsung yang pada dasarnya coba mengatakan:

“Saya tahu bagaimana perasaan Bunda saat santai tapi posisi ga nyaman. Saya merasakan hal yang sama. Itu semua berubah ketika saya menemukan produk Orlin si Amoy bisa banget santai nyaman dan Asoy"

Kita tidak harus menjadi copywriter yang terasah untuk membuat salinan percakapan yang efektif. Seringkali hanya dibutuhkan logika dan semangat untuk membuat apa yang dipromosikan seolah nyata

Bahkan, kita dapat menggunakan percakapan sungguhan tentang suatu produk, kemudian dirapihkan dan diberi bumbu agar menarik.

4. Copywriting Imajinatif
Dalam lagu “Imagine”, John Lennon meminta kita untuk membayangkan tidak tidak ada negara, agama atau perang, ia menggunakan alat persuasi yang efektif: IMAJINASI.

Kita dapat meminta target pemirsa untuk membayangkan suatu kondisi tanpa rasa sulit untuk mendapatkan kenyamanan dirumah hanya dengan memiliki kasur kimul, atau bagaimana rasanya menjadi seorang penjual kasur kimul orlin yang bisa punya kasur dari keuntungan menjuak.

Salinan imajinatif biasanya dimulai dengan kata-kata seperti ‘bayangkan…’, ‘tutup mata Anda..’, ‘berpura-pura lah sejenak..’, atau ‘temukan..’ di paragraf pertama tulisan.

Dalam contoh ini, kita diminta untuk membayangkan menikmati hal tertentu – untuk menikmati produk Orlin dalam keseharian kita. 

Kemudian kita melukiskan gambaran untuk mencapai kehidupan ideal melalui produk yang ditawarkan yaitu Orlin (Orlin sebagai Gaya Hidup) 

5. Copywriting yang Paaanjang
Premis mendasar di balik jenis copy semacam ini adalah “Semakin banyak kita memberi info, semakin banyak kita menjual.” Iklan yang panjang terbukti memiliki konversi yang baik.

Mengapa begitu?

Tidak seperti percakapan langsung dengan sales, iklan tulisan hanya memiliki satu peluang untuk mengonversi pembaca. Jika kita berada di depan pembaca, kita harus menjelaskan semuanya.

Ambil contoh pada Google.

Halaman demi halaman fakta dan manfaat disajikan – target market pada umumnya akan mengajukan banyak pertanyaan. Akan lebih baik jika ada halaman tersedia mampu mengantisipasi/menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, dan menjawabnya dengan baik. (biasanya ada layanan seputar pertanyaan dan jawaban) 

Tapi ingat, jika kita mengikuti aturan dasar konten pemasaran yang baik, kita tidak harus menyajikan semua fakta dan manfaat sekaligus. Kita dapat menyampaikan secara bertahap dalam beberapa minggu melalui konten harian kita di facebook atau Instagram, atau konten staterkit berbentuk membership (seperti katalog telegram, konten, video, testimoni, dll) KLIK DISINI


6. Copywriting CEO/Leader/ orang penting 
Testimoni pihak ketiga dapat membantu kita menjual produk.

Pendekatan down-to-earth ini menciptakan kesetaraan. Menyatakan kepada pelanggan bahwa Leader produk ini bukan seseorang yang sulit tapi sangat baik, sangat ramah, mudah didekati, dan sangat peduli pada Tim.

7. Copywriting yang memberi solusi

Saat membeli sofabed misalnya, lalu covernya kotor dan perlu di cuci sehingga sofabed tidak bisa digunakan karena covernya sedang di cuci. Maka konsumen membutuhkan ganti cover yang baru sementara selama cover utama di cuci. 

Yang coba kita jelaskan adalah masalah dan solusi

Satu hal yang pasti dari kejujuran ini adalah calon pembeli akan mempercayai kita. Sedemikian percayanya sehingga ketika kita menyebutkan poin-poin positif dari produk sofabed, mereka akan langsung mempercayainya.

8. Copywriting Lebay)

Adakalanya kita membuat klaim seperti ini:

“Produk Kasur Busa sehat dari Orlin ini bisa menyamakan punggung nenek lansia”
“Produk kasur Orlin-Sofabed yang paling diburu di online store tahun 2020”
“Beli sekarang juga karena Senin harga naik”

Tetapi kita hanya dapat membuat klaim Lebay tersebut jika kita memiliki bukti untuk mendukungnya. Bisa dalam bentuk testimoni, atau data penjualan atau peserta arisan total


Misal : "Sepanjang 2019-2020 produk Orlin Kimul & Sofabed meledak di pasaran hingga penjualan meningkat hampir 200%

Boleh Lebay tapi tidak boleh bohong. 

9. Copywriting Penolakan
Menggunakan copy yang seolah mencegah orang agar tidak menggunakan produk kita.

Jenis copy ini disukai customer yang menyukai gagasan "eksklusif mahal". (Hanya sekelompok orang eksklusif yang dapat menggunakan suatu produk) contoh Bobie Bed

Distribusi dibatasi dan hanya orang tertentu yang dapat membelinya melalui online. Di produk sulit dan terbatas hanya beberapa Unit. 

Pendekatan ini juga memanfaatkan naluri manusia untuk pengakuan kesetaraan, menjadi bagian dari suatu kelompok. Kita jadi berpikir, “Berani-beraninya bilang gue gak layak untuk pake brand itu. Gue tunjukin siapa gue!” hahahaha

Pada akhirnya…
Pada akhirnya, copy yang hebat seringkali merupakan gabungan dari beberapa teknik ini ke dalam satu iklan.

Apa itu COVERT Selling? KLIK DISINI 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENAL ORLIN INDONESIA

KARPET MONOKROM