DISEBUT RESELLER BIJAK JIKA MEMENUHI HAL-HAL DIBAWAH INI
Sekarang sudah bukan hal aneh jika emak-emak gabung di banyak grup WA, alasannya untuk belajar, nambah teman, informasi dll.
Bagus dan sah-sah aja ya Bund, tapi apakah bagus untuk reseller gabung di banyak grup? Mari kita analisa ya π
Pertama, apakah grup itu memberi banyak manfaat seperti ilmu, sharing dan konsultasi?
Kedua, apakah Bunda membaca materi grupnya atau tidak? Karena kalau tidak percuma bunda gabung disana.
Ketiga, apakah sering di adakan reward untuk meningkatkan omzet kita sebagai reseller? Kalau tidak, pikir ulang untuk masuk grup yang hanya mengambil data kita tapi tidak banyak feedback untuk kita
Keempat, rame sekali obrolan tapi cuma obrolan biasa tanpa manfaat, apa tidak membuang waktu Bunda? Mungkin bisa saja alasan kita malas juga karena lingkungan grup yang isinya kurang berbobot. Ingat ya Bun lingkungan itu mempengaruhi.
Kelima, apakah Bunda nyaman berada di grup itu? Adminnya suka sindir-sindir tanpa pernah japri atau pesan pribadi ke Bunda, sapa gitu? Nah hati-hati admin seperti ini biasanya kurang aware sama kondisi bunda yang sebenarnya.
Keenam, jika adminnya berusaha mendekatkan diri ke Bunda, jangan sampai bunda kehilangan teman seperti ini. Karena bunda akan menyesali ya ketika dia sudah tidak ada. Selagi ada yang aware, respon mereka dg sikap positif dan jawaban yang positif jangan suka berpikir negatif tanpa fakta yang jelas ya..
Ketujuh, jangan sedikit-sedikit merasa ga enak, kalau kita merasa tidak ingin lanjut di grup, japri adminnya dan pamit. Yang terpenting jangan keluar dari grup seenaknya karena ini menunjukkan kita tidak punya sopan santun.
Nah, menjadi anggota grup yang bijak bukan hanya membantu kita fokus pada grup yang sesuai dengan kita, tapi juga membantu kita mengeliminasi grup-grup yang sebetulnya tidak kita perlukan. Kecuali mungkin disana ada fasilitas iklan dan lumayan untuk kita iklan.
Tapi, kalau sudah hampir 1 tahun ga ada closing ada dua kemungkinan, pertama cara promosinya salah. Bunda tidak melalukan pendekatan ke peeserta grup secara personal sehingga iklan Bunda hanya ibarat angin lalu. Ingat ya Bund 90% pembelian di lakukan atas dasar emosi karena pembelinya kenal/suka dg kita. Artinya PDKT dulu. Kedua, kalau sudah dilakukan pendekatan tapi dalam satu tahun ga closing-closing artinya bunda sudah waktunya keluar dari grup dan save kontak membernya (karena biasanya grup yang membolehkan iklan adalah grup umum jadi sah-sah saja untuk kita menyimpan kontak member kecuali grup itu grup pribadi/privasi/reseller sebaiknya jangan memprospek mereka secara diam-diam karena ini namanya mencuri konsumen orang lain. Pakailah cara yang etis.
Seperti apa cara yang etis? Save kontaknya, ajak kenalan tanpa harus menawarkan produk. Ajak saling save dan jalin komunikasi. Setelah saling save otomatis dia dan Bunda akan saling melihat story WA masing-masing, nah disinilah cara yang etis. Bunda cukup iklan di story WA dan dia melihat, jika tertarik akan membalas iklan Bunda lalu bergabung tanpa harus mendahului menawarkan, iya kan?
Belajar untuk aktif di grup dan pangkas grup-grup yang kurang bermanfaat.
LALU BAGAIMANA MENJADI RESELLER YANG BIJAK?
Reseller biasanya menjual berbagai produk dari berbagai brand dan merek. Ini sah-sah saja jika Bunda selamanya ingin menjadi reseller. Tapi tidak berlaku jika Bunda ingin naik posisi menjadi Agen atau Distributor. Harus ada satu brand yang Bunda fokuskan dan berusaha untuk terus meningkatkan penjualan brand tersebut sehingga bisa menjadi agen atau distributor area.
Kenapa? Karena menjual berbagai brand tidak akan membuat Kita fokus meningkatkan penjualan satu brand sehingga selamanya kita stuck menjadi reseller. Ini tidak salah, ini sah-sah saja jika Bunda memang ingin menjadi reseller selamanya.
Atau jika Bunda ingin menjadi agen tapi bisa menjual berbagai brand datang lah ke supplier yang menjual berbagai produk, pastikan supplier bunda mau membina bunda naik menjadi Agen. Kalau tidak, mungkin selamanya Bunda tidak akan berkembang.
Nah, belajarlah menjadi reseller yang bijak dan memerhatikan pertumbuhan bisnis Bunda. Katakanlah 5 tahun Bunda berjualan online. Jika saja Bunda mau pelan-pelan tumbuh mungkin dalam 5 tahun omzet bunda sudah bisa menyamai agen dan naik agen. Sayang waktu terbuang 5 tahun jika bunda masih menjadi reseller. Ini HANYA JIKA BUNDA MEMANG ADA KEINGINAN UNTUK NAIK AGEN ATAU MENINGKATKAN OMZET. tidak masalah jika Bunda ingin selamanya jadi Reseller.
✅ Fokus pada suplier yang memerhatikan pertumbuhan
Sebagai reseller yang bijak, jika ada leader yang japri, bertanya, ingin membantu, sebisa mungkin jawablah dg baik dan jika perlu Bunda sampaikan keinginan Bunda dan bangun komunikasi yang intense. Bisnis tidak hanya sekedar uang dan materi, harus ada hubungan emosional yang terjalin antara Leader dan Member/Reseller agar apapun yang diinginkan oleh kedua belah pihak dalam bisnis bisa tercapai.
Leader harus banyak evaluasi diri, sudahkan bertindak sebagai Leader atau hanya sebagai penjual bahkan bos? Leader selalu memulai dengan cinta. Sebagaimana kita mengarahkan anak dengan cinta, seperti kita merawat suami dengan cinta. Maka perlakukan tim juga dengan cinta.
✅Fokus pada pelayanan supplier yang memudahkan
Leader atau supplier yang ingin timnya tumbuh pasti akan terus mengupgrade diri dan membagikan ilmunya pada tim, selain itu dia juga menyediakan fasilitas yang memudahkan kedua belah pihak baik dirinya juga timnya, membuka diri terhadap kritik dan saran sehingga semua keluhan bisa ditampung, diterima dan diproses sehingga terjadi perbaikan terus menerus.
Jika Leader membuka konsultasi sebebasnya via japri manfaatkan ini semaksimal mungkin, tanyakan seputar apa saja yang belum dimengerti.
Bagaimana agar Reseller bisa menjadi jutawan omzet puluhan juta?
π Kuncinya bukan di banyak brand tapi di banyak item yang terjual.
- Bangun market, caranya macam2, silahkan konsultasi ke Leader bagaimana memperluas market/jaringan karena market yang luas adalah pondasi dasar Bisnis.
- Belajar membuat sistem bisnis, contoh sederhananya member yang akan terus aktif minimal bisa merekrut 2 peserta arisan dalam 1 bulan, dengan begini sistem akan berjalan. Tapi ingat, berikan benefit pada member agar mereka bersemangat sehingga terjadi simbiosis mutualisme atau menguntungkan kedua belah pihak.
- Memerhatikan grup dan mengikutinya, seorang Leader wajib aktif di grup. Jangan berharap membernya aktif jika leadernya tidak aktif karena member adalah cerminan Leader. Kenapa member tidak aktif di grup? Pertanyaanya sudahkan Bunda maksimal membina mereka?
- Menjawab pertanyaan jika luang, jawablah semua keresahan dan pertanyaan mereka. Jadikan kita konsultan untuk tim, bukan hanya transaksi materi.
- Tidak menjadi silent Reader, sebagai reseller dan Leader sama-sama punya tanggungjawab untuk ikut mengaktifkan grup, karena ilmu akan bermanfaat jika kita sama-sama saling respek dan saling take and give.
- Bertanggungjawab terhadap status, jika status Bunda reseller, member, leader Bertanggungjawab lah dengan cara menjalankan status tersebut sebagaimana mestinya.
Apa tugas saya?
Apa kewajiban saya?
Apa yang harus saya lakukan?
Karena dengan tidak melakukannya sama dengan kita kurang amanah terhadap status yang kita miliki.
Nah, mulai sekarang belajarlah menjadi RESELLER yang bijak, karena tidak ada alasan sibuk, semua orang sibuk dan semua orang punya urusan tapi RESPEK pada grup dan orang-orang adalah ciri pribadi yang ber etika diatas rata-rata πππππͺ
Tim Varisqia
Walk Together, Grow Forever
Komentar
Posting Komentar