STRATEGI CERDAS TINGKATKAN PENJUALAN

Halo Assalamualaikum Bunda..

Ketemu lagi dengan saya kakak VarisQia ^^

Yuk belajar lagi ya..

Kita seringkali kehilangan potensi income karena terlalu fokus mencari customer baru atau leads baru dan melupakan customer yang sudah ada (walapun menambah cust baru sangatlah penting)

Customer yang sudah order tidak di upsell dan tidak di cross sell, tidak ada sistem untuk meningkatkan nilai pembelian dari setiap customer Bunda. Sehingga omzet kita tidak meningkat dan bisnis tidak tumbuh.

1. Apasih yang Market Bunda butuhkan?

Apa keseluruhan kebutuhan market Bunda

Contohnya: jualan baju, kalau orang beli satu atau dua potong sudah cukup banyak, untuk menambah nilai pembelian kita bisa menambahkan aksesoris seperti tas, sepatu dan kerudung.

Contoh :

"Bunda, baju ini cocok banget sama tas warna ini"

Sehingga kita bisa meningkatkan jumlah order.

Tapi ini sangat standar dan sangat umum, dimana-mana orang memajang tas, sepatu dan askesoris lain di tokonya.

Ada toko yang melakukan hal lebih unik. Mereka menyediakan teller service untuk memotong baju yang terlalu panjang atau terlalu besar.

Ada biaya tambahan disana sehingga meningkatkan nilai omzet

Ada juga penjual yang menambah nilai dari service pencucian baju, setiap baju yang dikirim sudah dicuci dan wangi jadi siap dipakai, untuk fasilitas ini cust menambah biaya sehingga meningkatkan omzet

2. Mengelompokkan produk (grouping)

Kalau kita datang ke toko cat, kasir sudah memiliki ceklis gruping produk.

Contoh ada customer yang membeli cat ketika dia akan membayar ke kasir maka kasir akan melakukan upsell.

C = CUSTOMER
K = KASIR

C = "Mba saya mau bayar"

K = "Oiya Bu sudah ada kuasnya?"

C = "Ada sih tapi udah lama ga dipake"

K = "Beli yang baru aja Bu, takutnya jelek hasil catnya"

C = "Boleh deh"

K = "Oiyah Bu, kalau pakai kuas kecil kan untuk sudut-sudut ya, untuk dinding pakai roll aja supaya lebih rapi dan cepat beres"

C = "Oh iya betul mba"
(Akhirnya cust menambah nilai pembelian)

K = "Roll ini kan perlu alas basket ya Bu, supaya catnya tidak berceceran di lantai"

C = "Iya bener mba"

K = "Oiya ibu kan kalau ngecat itu pasti di dalam rumah ada furnitur nya, supaya ga kena cat ditutup pakai plastik ya Bu" (tambah beli plastik)
Dst.

Itulah cara menjual yang hebat, memiliki ceklis produk. Karena setiap produk itu ada temannya.

Kalau cat temannya : kuas, roll, plastik

Lakukan grouping produk sesuai kebutuhan customer.

Contohnya kalau produk orlin
Sofabed teman-temannya:
- cover baru untuk ganti cover yg sudah lama atau ketika cover yang ori sedang dicuci
- penyedot debu atau vacum cleaner (kita akan menyediakan ini juga)
- alas tikar agar sofabed tidak langsung menempel ke lantai sehingga tidak mudah kotor dan lembap
- alas tikar untuk diatas bagi Bunda yang memiliki bayi, mencegah ompol bayi tidak mengenaik sofabed

Kalau arisan kita fokus ke home decor, maka kita arahkan customer untuk melengkapi koleksi home decor nya,

Contoh :

Bunda sudah punya sofabednya ya? Karpet family buat diruang keluarga Bund.. Jadi bisa santai-santai didepan TV tanpa pindah-pindahin kasur.

Karpet soft atau monochrome untuk alas meja diruang tamu, supaya rumahnya makin terlihat segar dan cantik

Kalau pas ada tamu kita pasti butuh kasur tambahan, nah bisa pakai kasur kimul yang digunakan untuk waktu darurat seperti keluarga besar sedang kumpul atau sedang ada tamu menginap, jika tidak dipakai kasur kimul bisa dilipat jadi menghemat penyimpanan.

Bunda kalau sering jalan jauh keluar kota, mudik atau piknik wajib punya tikar lipat untuk alas, travelbed untuk alas tidur saat bepergian dan sajadah swissroll untuk sholat diluar, simple bisa dilipat.

Dll.

3. Fokus menjual produk yang profitable

Salah satu kesalahan penjual adalah menjual semua produk yang memghabiskan energi, coba fokus pada produk yang menyumbang profit atau keuntungan tertinggi.

Fokuskan kita dan team untuk menjual produk yang profitable, yang lainnya sebagai pendamping

Menjual banyak jenis produk mungkin Omzetnya naik tapi profitnya belum tentu naik. Jadi fokuskan penjualan Bunda ke produk yang banyak menghasilkan profit.

Kalau di arisan orlin tim varisqia, kita bisa punya income bulanan dari arisan selama min. 5 sampe 10 bulan dan kita juga bisa punya income harian dari penjualan tikar, sajadah busa, sajadah swissroll, keset, dll.

Itulah yang harus dilakukan kalau omzet Bunda dan Profitnya ingin meningkat.

Selamat praktek ya Bunda, lakukan:

1. List kebutuhan cust bunda sesuai produknya, contoh mukena bisa dipasangkan dengan sajadah Busa

2. Grouping produk : Karpet temannya cover cadangan, tikar untuk alas, penyedot debu.

3. Fokus pada produk yang menyumbang omzet dan profit tertinggi.

Bangun income bulanan melalui arisan

Bangun income harian melalui penjualan cash

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENAL ORLIN INDONESIA

KARPET MONOKROM